Minggu, 05 Februari 2012

Komunikasi Massa


1.      Bagimanakah peran dan urgensi komunikasi massa bagi bidang pendidikan, khususnya bidang teknologi Pendidikan?
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu penyampaian pesan kepada sumber pesan melalui saluran/media tertentu kepenerima pesan-pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran ataupun didikan yang ada dalam kurikulum, sumber pesannya bias guru, sisiwa, orang lain ataupun penulis buku dan produser media; saluraanya media pendidikan dan penerima pesannya adalah siswa atau juga guru.
Peran komunikasi massa dalam bidang pendidikan khususnya bidang teknologi pendidikan adalah bagian dari teknologi komunikasi pendidikan. Karena teknologi pendidikan dapat dipandang sebagai manfaat media teknologi untuk tujuan pandidikan, secara khusus menciptakan teknologi pendidikan dan dapat pula berupa pendekatan-pendekatan, kritis dan ilmiah tentang pendidikan dari teknologi pendidikan; teknologi komunikasi pandidikan pendidikan mempunyai implikasi tertentu. Dengan kata lain bahwa teknologi komunikasi pendidikan adalah teknologi untuk komunikasi dalam pendidikan, teknologi dalam pendidikan adalah suatu penerapan dari ilmu pengetahuan tentang tingkah laku (behavioral science), ilmu komunikasi dan ilmu menejemen. Hal itu dapat kita perhatikan pada proses pendiddikan itu sendiri, karena sebuah sisitem dan proses ini akan mengalami perubahan sebagai akibat dari adannya suatu dimensi baru yang berupa media sebagai salah satu produk dari suatu teknologi karena terus berkembangnya teknologi.

2.      Menurut pendapat saudara, manakah media massa yang secara potensial tepat untuk mendukung bidang pendidikan: radio, televisi, surat kabar, majalah, film, rekaman atau media massa berbasis internet? Apa kelebihan/karakteristiknya yang khas sehingga media tersebut sudara anggap potensial?
Menurut saya semua media massa memiliki potensi yang berbeda-beda pada masing-masing media. Namun, saya memilih media Internet yang sangat potensial untuk pendidikan, karena dengan media internet semua media seperti Televisi, radio, Koran, majalah, surat kabar dapat dimasukan menjadi satu. Karakteristik media internet yang bisa diakses dimana saja, dan kapan saja dan bisa menjangkau seluruh orang dari berbagai penjuru dunia, menjadikan media ini sangat flexible dan potensial untuk dunia pendidikan.

3.      Apakah buku teks dan film sinema merupakan media massa? Mengapa?
Buku teks dan             Film merupakan salah satu jenis media massa. Media cetak atau buku teks telah menciptakan kebutuhan baru bagi dunia, yaitu kebutuhan akan informasi. film mampu merekonstruksikan realitas sosial ke dalam simbol (audio) visual. Sebagai media, film juga mampu berperan sebagai alat pengawal demokratisasi. Karena, dalam konteks kehidupan sosial politik, film dapat berperan sebagai media penyalur aspirasi. Dalam aras kehidupan kultural, film merupakan wahana ekspresi budaya yang berupa produk kesenian visual yang lebih interpretatif dari pada foto atau lukisan. Pembuat film telah membingkai realitas sesuai dengan subjektivitasnya yang dipengaruhi oleh kultur dan masyarakatnya. Sebuah film tentu dapat mewakili pula pandangan pembuatnya, dan seseorang membuat film untuk mengkomunikasikan pandangan itu. Dengan kata lain film juga mengandung ideologi pembuatnya yang dapat mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap suatu hal.

4.      Dalam kajian ilmu sosial, dikenal istilah “konstruksi sosial”. Bagaimanakah peran media massa dalam penciptaan konstruksi sosial tersebut?
Di dalam buku yang berjudul, Konstruksi Sosial Media Massa; Realitas Iklan Televisi dalam Masyarakat Kapitalistik, teori dan pendekatan konstruksi sosial atas realitas Peter L. Berger dan Thomas Luckman telah direvisi dengan melihat variabel atau fenomena media massa menjadi hal yang substansial dalam proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Artinya, sifat dan kelebihan media massa telah memperbaiki kelemahan proses konstruksi sosial atas realitas yang berjalan lambat itu. Substansi “konstruksi sosial media massa” adalah pada sirkulasi informasi yang cepat dan luas sehingga konstruksi sosial yang berlangsung sangat cepat dan sebarannya merata. Realitas yang terkonstruksi itu juga membentuk opini massa, massa cenderung apriori, dan opini massa cenderung sinis.
Peran“konstruksi sosial media massa” adalah mengoreksi substansi kelemahan dan melengkapi “konstruksi sosial atas realitas”, dengan menempatkan seluruh kelebihan media massa dan efek media pada keunggulan “konstruksi sosial media massa” atas “konstruksi sosial atas realitas”. Namun, proses simultan yang digambarkan di atas tidak bekerja secara tiba-tiba, namun terbentuknya proses tersebut melalui beberapa tahap penting.

5.      Sebagai generasi muda “era masa kini”, saudara pasti pernah, sering atau selalu memanfaatkan media massa. Berikan/deskripsikan pengalaman saudara yang saudara anggap menarik ketika menggunakan media massa. Kesan atau impresi apa yang anda dapatkan.  Lalu apa pandangan dan harapan saudara terhadap pengalaman tsb.
Media massa merupakan salah satu bagian penting dari perkembangan peradaban manusia. Jika  tanpa media massa, kita takkan tahu apa yang terjadi di belahan dunia lain. Tanpa media massa, para bisnismen akan kesulitan untuk membuat keputusan-keputusan tepat untuk masa depan bisnis mereka. Tanpa media massa, para pemimpin dunia akan sulit membuat kebijakan strategis yang tepat. Tanpa media massa, para ilmuwan dan inovator akan kesulitan memanfaatkan temuan-temuan yang telah di buat di belahan dunia lain sehingga produktifitas mereka sangat lamban. Tanpa media massa, sistem budaya unggul takkan mampu ditularkan dengan cepat.
Menurut Tomy T. Ahonen, seorang konsultan strategi 3G, sampai saat ini peradaban dunia telah mengenal tujuh media massa. Ketujuh media massa tersebut adalah media cetak (printing), media rekam (recording), film (cinema), radio, TV, internet, mobile phone. Masing-masing dari ketujuh media massa ini memiliki kesempatan baru, industri baru dan keahlian baru.
Menurut saya sendiri, media massa yang saya anggap sering dan menarik ketka saya gunakan adalah Internet. Internet merupakan media pertama yang bisa mengadopsi semua sifat media sebelumnya. Internet juga menambahkan dua sifat yang mustahil diberikan oleh lima media sebelumnya, yaitu interaktifitas (interactivity) dan pencarian (search). Internet menyediakan sebagian besar media yang diinginkan manusia: blog, wiki, jurnalisme warga, peer production, collective intellegence, netvibes dan del.icio.us. Internet menyediakan game, jaringan sosial (social networking), e-mail, searcing engine, percakapan (chat), browsing, music, software, TV, radio dan lainnya.
Jika lima media sebelumnya dikonsumsi secara pasif (“cold” mass media), maka internet bisa dikonsumsi secara aktif (“hot” mass media). Artinya setiap pengguna bisa menciptakan dan berpartisipasi di dalam media.
Keberadaan internet, terutama program nepster, mampu menurunkan tingkat konsumsi musik dunia hingga lebih dari 10 persen. Internet juga menciptakan profesi baru, yaitu web designer. Keberadaan mesin pencari, seperti Google, berhasil mengubah pola iklan produk. Selain itu juga lahir apa yang dinamakan blogger.

Sabtu, 17 Desember 2011

Dasar pikiran teknologi pendidikan


Tampaknya dasar-dasar teknologi pendidikan ini sederhana saja dan tidak mengungkapkan sesuatu yang revolusioner. Guru-guru yang baik banyak sedikit telah melakukannya. Mereka juga berusaha mencapai hasil sesuai dengantujuan pelajaran yang ditentukan dengan tujuan pelajaran yang ditentukan dengan cara penyajian yang paling serasi berdasarkan metode mata pelajaran, asas-asas  didaktik serta pengalaman sebagai guru dan kemudian menilai hasil belajar murid sebagai petunjuk tentang efektivitasnya mengajar. Bila hasilnya tidak memuaskan, ia berusaha meneliti sebab-sebabnya terutama kesalahan-kesalahan anak sebagai titik tolak ke arah perbaikan, lalu mencoba mencari cara-cara lain untuk membantuk anak menguasai bahan pelajaran yang disajikannya. Bedanya ialah bahwa pendekatannya tidak sistematis dan ilmiah seperti yang dilakukan dalam teknologi pendidikan. Guru yang kurang baik kebanyakan mencari yang lebih mudah. Kalau guru itu sudah mengajarkannya dianggap bahwa murid harus sudah tahu. Kalau tidak, maka yang dpersalahkannya ialah muridnya dan sering pula sekolah atau kelas sebelumya yang menurut pendapatannya tidak memberikan pelajaran sebagaimana mestinya.

Teknologi Pendidikan


Ada beberapa pendapat tentang apa dimaksud dengan teknologi pendidikan. Istilah yang digunakan dalam bahasa Inggris adalah instruction technology atau education tecnology. Salah satu pendapat ialah bahwa instructionnal technology means the media born of the communications revolution which can be used for instructional purpose alongside the teacher, the book and the blackboard. Jadi yang diutamakan ialah media komunikasi yang berkembang secara pesat sekali yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan.
Dilain pihak ada pendapat bahwa teknologi pendidikan adalah Pengembangan, penerapan dan penilaian sistem-sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia. Disini diutamakan proses belajar itu sendiri disamping alat-alat yang dapat membantu proses belajar itu. Jadi teknologi pendidikan itu mengenai software maupun harwarenya, software antara lain menganalisis dan mendesain urutan atau langkah-langkah belajar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan metode penyajian yang serasi serta penilaian keberhasilan.
Ada pula yang berpendapat bahwa teknologi pendidikan adalah pemikiran yang sistematis tentang pendidikan, penerapan metode problem solcving dalam pendidikan, yang dapat dilakukan dengan alat-alat komunikasi modern, akan tetapi juga tanpa alat-alat itu.
Pada hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematis dan kritis tentang pendidikan, teknologi pendidikan memandang soal mengajar dan belajar sebagai masalah atau problema yang harus dihadapi secara rasional dan ilmiah.
Istilah teknologi berasal dari bahasa. Yunani tecnologia yang menurut Webster Dictionary berarti systematic treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis, sedang tecne sebagai dasar kata teknologi berarti art, skill, science atau keahlian, keterampilan, ilmu. Jadi teknologi pendidikan dapat diratikan sebagai pegangan atau pelaksanaan pendidikan secara sistematis.

Senin, 05 September 2011

Technology in 2020




            Major changes have occurred within the computer revolution; changes which encompass all aspects of its role. These are not just quantitative in nature, such as exponential increases in processing power and storage capacity, but are more fundamental, pointing not only to the function of computer technology, but its emerging diversity both in terms of its form and place in the world. Computers are now embedded within a huge range of materials and artefacts, and take on roles in almost all aspects of life. People and lifestyles are altering. These changes are sometimes spurred on by technology, but other times work in parallel or provoke technological innovation. There is a global scale of change which is taking place hand in hand with new technologies. This gives rise to tensions between individuals and governments, and between globalisation and cultural diversity. In this Part, we comment on change at all levels, and provide pointers to where we are going in future.
            There have been various computer-driven revolutions in the past: the widespread introduction of the personal computer (PC) was one, the invention of the graphical browser was another, and the Internet yet another. There have also been computer eras where one type of computer has dominated, having straightforward implications for whether the computers were shared or personal, and for whether they were specialised commodities or not (see diagram below). But the ways computers have altered our lives, all aspects of our lives, is more comprehensive than, at first blush, recollections of these technological revolutions or eras might suggest.
            Computers affect how we undertake the most prosaic of activities – from buying food to paying our bills – and they do so in ways we might not have imagined when the first personal computers arrived on our desks. They have also created wholly new experiences, for example, allowing us to inhabit virtual worlds with people from many different parts of the globe. In between these extremes, from the prosaic to the wholly new, computers have taken over from older technologies in ways that looked merely like substitution at first but which have ended up creating radical change.
            Photography, for example, has retained its familiarity despite moving from being chemically-based to being digital. At the point of creation, people still ‘point and shoot’ in much the same way as they used to.
            However, what one can do with images when they are digital is quite different. Whereas, before, we may have only printed one or two rolls of film, displaying the photos on the mantelpiece or in an album, digital images are now reproduced many times over, and are often broadcast around the world on websites.
            The activities we undertake and the goals we have in mind when we take photos and share them, then, are not at all the same now as they were even five years ago. It is not just in terms of user experiences, such as shopping, games, and picture-taking that the world has changed. Computers have altered our sense of the world at large, letting us see images of far-away places, instantaneously and ubiquitously. The world, now, seems so much smaller than it was even a decade ago. In this section we begin to look at many different aspects of how computing technologies have changed and their impact on our lives.