Jumat, 14 Desember 2012

Pengembangan Media Video Pembelajaran Tentang Tindakan Keperawatan Nebulizer & Fisioterapi Dada Pada Bayi dan Anak untuk Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang Prodi Keperawatan


ABSTRAK

Aryati, Sinda Octin. 2012. Pengembangan Media Video Pembelajaran tentang Tindakan Keperawatan Nebulizer & Fisioterapi Dada pada Bayi dan Anak untuk Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang Prodi Keperawatan. Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sihkabuden, M.Pd, (II) Arafah Husna, S. Pd, M.Med.Kom

Kata Kunci: Media video pembelajaran, Tindakan keperawatan nebulizer, Fisioterapi dada

Penggunaan media dapat berperan sebagai pengganti guru dalam menyampaikan pelajaran, karena dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa. Salah satu elemen media pembelajaran yang menjadi perhatian yaitu media video dimana didalam video tersebut terdapat serangkaian kegiatan serta tahapan sehingga siapapun dapat mengikuti dan mempraktikkan secara langsung. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pengembangan media video pembelajaran mengenai Tindakan Keperawatan Nebulizer & Fisioterapi Dada pada Bayi dan Anak.
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan produk  media video pembelajaran yang layak dan efektif dalam kegiatan pembelajaran Tindakan Keperawatan Nebulizer & Fisioterapi Dada pada Bayi dan Anak untuk Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang Prodi Keperawatan.
Penelitian ini adalah penelitan pengembangan yang menggunakan model pengembangan Sadiman. Secara garis besar proses pengembangan ini terdiri dari langkah-langkah berikut: (1) identifikasi kebutuhan, (2) analisis tujuan pembelajaran, (3) pengembangan materi pembelajaran, (4) mengembangkan alat evaluasi, (5) menyusun naskah, (6) menyusun petunjuk pemanfaatan, (7) produksi, (8) validasi, (9) revisi dan penyempurnaan. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah berupa angket validasi pada Ahli media, Ahli Materi, dan Audiens serta tes hasil belajar. Jenis data yang diperoleh berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif berpa angka-angka dari angket tes hasil belajar, data kualitatif berupa tanggapan, kritik dari falidator dan mahasiswa.
Berdasarkan hasil penelitian yang dibuktikan dengan hasil validasi ahli media sebesar 90%, hasil validasi ahli materi sebesar 95%, hasil persentase uji coba audiens/mahasiswa individual sebesar 96,25%, hasil persentase uji coba audiens/mahasiswa kelompok kecil sebesar 97,7%, dan hasil persentase uji coba audiens/mahasiswa kelas klasikal sebesar 90,8% berdasarkan kriteria, media video pembelajaran tentang tindakan keperawatan nebulizer & fisioterapi dada pada bayi dan anak termasuk kualifikasi valid. Hal ini menunjukkan bahwa media video pembelajaran valid digunakan sebagai media pembelajaran.
Dalam tes hasil belajar terdiri dari 56 mahasiswa, 54 mahasiswa telah memenuhi KKM (Kriteria Ketentuan Minimum). Hasil persentase untuk tingkat keefektifan penggunaan media video pembelajaran tentang tindakan keperawatan nebulizer & fisioterapi dada pada bayi dan anak mencapai 96,4%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media video pembelajaran bisa dikatakan efektif dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

Kamis, 29 Maret 2012

Istilah dalam Produksi Film

Istilah Dalam Produksi Film
Acting

Sebuah proses pemahaman dan penciptaan tentang perilaku dan karakter pribadi dari seseorang yang diperankan

Addes Scenes

Adegan yang ditambahkan kedalam konsep asli, biasanya diambil setelah film diselesaikan

Agent (Agent Model)

untuk mewakili keanggotaan mereka dalam berbegosiasi kontrak individual yang termasuk gaji, kondisi kerja, dan keuntungan khusus yangtidak termasuk dalam standard guilds atau kontrak serikat kerja. Orang ini diharapkan oleh para aktor/aktris untuk mencarikan mereka pekerjaan dan membangun karir mereka

Anamorphic

Lensa yang digunakan dalam fotografi untuk memperkecil gambar widescreen ke ukuran 35mm. Proses ini dibalik ketika memproyeksikan hasil akhir film, memunculkan gambar kembali ke ukuran normal pada layarlebar.

Answer Print

Married Print pertama dari film yang dibuat oleh lab pemroses film, dan kemudian akan digunakan untuk menetapkan standar kualitas film yang akan diedarkan kepada publik.

                        
Apple Box

Digunakan untuk meninggikan seorang aktor/aktris serta suatu obyek sesuai dengan ketinggian yang tepat untuk pengambilan gambar.

Art Departement

Bagian artistik. Bertanggung jawab terhadap perancang set film. Seringkali bertanggung jawab untuk keseluruhan desain priduksi. Tugasnya biasanya dilaksanakan dengan kerjasama yang erat dengan sutradara.


Ascpect Ratio

Perbandingan antara lebar dan tinggi bingkai gambar (frame) Rasio untuk tayangan televisi adalah 1,33:1 yang artinya lebar frame yang muncul di televisi adalah 1,33 kali dari tinggi.
Produser
Sebutan ini untuk orang yang memproduksi sebuah film tetapi bukan dalam arti membiayai atau menanamkan investasi dalam sebuah produksi. Tugas seorang produser adalah memimpin seluruh tim produksi agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama, baik dalam aspek kreatif maupun manajemen produksi dengan anggaran yang telah disetujui oleh executive producer.
Produser pelaksana
Bagian yang menentukan batasan biaya dan menangani persiapan dan pelaksanaan atas segala keperluan dalam sebuah produksi.
Direktur
Orang yang bertanggungjawab untuk transmisi dari ruang kontrol. Mungkin juga terlibat dalam pra pengemasan cerita.
Sutradara
Atau pembuat film adalah orang yang bertugas mengarahkan sebuah film sesuai dengan manuskrip
Penyusun naskah
Orang yang menulis cerita film. Dalam bentuk percakapan-percakapan yang akan diucapkan oleh para tokoh dalam fim tersebut.
Cameramen
Orang yang bertugas merekam adegan. Orang inilah yang bertugas memvisualisasikan peristiwa atau kejadian yang disekenariokan dalam sebuah film. Fokus yang mesti dilakukan adalah bagaimana gambar tersebut sesuai dengan yang diinginkan, entah itu untuk membuat takjub penonton, mempunyai efek yang menyentuh atau bisa juga mempunyai efek menakutkan seperti film-film horror.
Camera

Sistem perangkat mekanik atau elektronik yang mengontrol pergerakan dari film yang belum diekspos di belakang lensa dan shutter dan yang menentukan gambar serta tingkatan cahaya yang masuk kedalam film. Mekanisme ini mungkin memiliki kontrol kecepatan.
Camera Reporter
Salinan yang disimpan dalam tiap magazine film tempat asisten kameramen mencatat panjang pengambilan tiap adegan, nomer adegan, dan perintah untuk mencetak atau tidak. Laporan kamera diberikan ke laboratorium proses, bagian kamera, dan bagian produksi.
Camera Noise

Bunyi Kamera. panggilan dari bagian tata suara (Sound Departement) di set untuk mereangkan bahwa ia menerima bunyi dari kamera sehingga harus digunakan kamera lain, melakukan perbaikan kamera atau diperlukan penghalusan tambahan terhadap kamera dengan menggunakan barney atau selimut.
Close up
Pengambilan gambar dari jarak dekat
Transportasi
Bertanggungjawab terhadap semua kendaraan yang digunakan oleh kru dan pemain selama syuting berlangsung. Dalam hal ini termasuk antar dan jemput kru atau pemain.
Mack up Call
Waktu untuk aktor/aktris berada pada bagian make-up atau ruang rias sebelum dimulainya syuting.
Mack up Departemen
bagian yang bertanggung jawab terhadap penampilan aktor/aktris agar sesuai dengan kebutuhan skenario pada saat syuting
Costum
Orang yang merancang dan memastikan produksi kostum secara sementara maupun permanen untuk sebuah film.
Cue
Tanda bagi aktor/aktris dalam film untuk memunculkan bagiannya dalam dialog atau tindakan. Isyarat ini dapat berupa tindakan aktor/aktris lainnya, bagian akhir dari sebuah dialog, tanda dari sutradara atau isyarat cahaya.
Wrap
Perintah yang digunakan untuk memberitahukan pada semua orang bahwa syuting pada hari itu sudah selesai
Art Director

Seorang asisten sutradara film yang memperhatikan administrasi, hal yang penting sehingga departemen produksi selalumengetahui perkembangan terbaru proses pengambilan film. Ia bertanggung jawab akan kehadiran aktor/aktris pada saat dan tempat yang tepat, dan juga untuk melaksanakan instruksi sutradara.
Angel
Sudut pengambilan gambar.
Barn Doors

Pintu berengsel yang dipasangkan di depan lampu studio yang dapat dibuka atau ditutup untuk memunculkan cahaya pada area tertentu di set.
Istilah-istilah dalam teknis dalam naskah Video TV

MUSIK                                   : Intro
MUSIK                                   : Penutup
-          BRIDGE                     : Tenang
-          PENGIRING              : Pengiring
-          IN                                : Masuk
-          UP                               : Mengeras
-          HOLD                         : Tahan
-          HOLD UNDER         : Di latar belakang
-          DOWN                       : Melelah
-          OUT                            : Habis
FADE                                     : menggambarkan suara
a.       FADE IN                    : mendekat
b.      FADE OUT                : menjauh
c.       CROSSFADE                        : satu suara baru memasuki suara lain dan mengalahkannya.
FX. (sound effect)                  : keterangan yang operasional (jelas, terperinci bagi prosedur) yang mungkin bersumber pada turtntable, tape recorder atau yang dibuat secara “live” (hidup) di studio.
ANNX                                    : Announcer= penyiar
NARATOR                            : pembawa cerita
AD-LIB (AD-LIBITUM)      : disuarakan oleh juru wicara diluar naskah (spontan), misalnya: ya, oh ya?
SIGNATURE                        : musik pembukaan atau pada akhir siaran.
STAB/STRING                     : musik pendek menyengat untuk menciptakan keterangan suasana.
ESTABLISH                         : menunjukkan bahwa suara itu harus di perkemas dan dipertahankan beberapa waktu untuk dilenyapkan bila suara lain atau keterangan mengikutinya.
PRESENTER                         : penyanyi






Proposal Stasiun Radio

PROPOSAL STASIUN RADIO
SWARA PENDIDIKAN (SWAPENDIK) 93,3 FM



Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Dasar-Dasar Kepenyiaran
yang dibina oleh Ibu Arafah Husnah








Logo Um Glowa





Oleh
Sinda Octin Aryati
NIM 209121419491










UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
MARET 2012

A.    Latar Belakang
Pengaruh perkembangan teknologi pendidikan, khususnya teknologi instruksional sudah tidak bisa dibendung lagi, apalagi ditolak dalam kegiatan-kegiatan pembelajaran (instruksional) baik dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan ata prosedur pembelajaran, maupun dalam kegiatan penilaian pembelajaran dengan berbagai sajian pilihan yang mempunyai konsekwensi dan keadaannya.
Telah banyak diketahui bahwa Media Audio merupakan media yang sangat fleksibel, relatif murah, praktis dan ringkas serta mudah dibawa (portabel).  Media ini dapat digunakan baik untuk keperluan belajar berkelompok (group learning) maupun belajar individual ( Genel Wilkinson, 1984). Media sebagai alat bantu pembelajaran selalu dimanfaatkan oleh pendidik dan peserta didik. Maka dari itu banyak jenis media yang dapat digunakan sesuai dengan kondisi waktu, keuangan, maupun materi yang akan disampaikan.
Pengertian Radio menurut ensiklopedi Indonesia yaitu penyampaian informasi dengan pemanfaatan gelombang elektromagnetik bebas yang memiliki frequensi kurang dari 300 GHz (panjang gelombang lebih besar dari 1 mm). Sedangkan istilah “radio siaran” atau “siaran radio” berasal dari kata “radio broadcast” (Inggris) atau “radio omroep” (Belanda) artinya yaitu penyampaian informasi kepada khalayak berupa suara yang berjalan satu arah dengan memanfaatkan gelombang radio sebagai media. Sedangkan menurut Versi Undang-undang Penyiaran no 32/2002 : kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran, yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan. Dengan adanya radio, seluruh informasi dapat disebarluaskan dalam waktu yang singkat, bahkan sampai dengan daerah yang belum terjangkau sekalipun oleh media lainnya.
Media radio saat ini terbukti sangat efektif sebagai media pembelajaran yang bisa menjangkau seluruh para pelajar untuk melakukan berbagi pengetahuan. Pesan yang akan disiarkan dapat dilakukan tanpa proses yang rumit jika dibandingkan dengan penyiaran pesan melalui surat kabar, brosur, pamflet atau media cetak lainnya yang selain lama prosesnya juga tidak mudah menyebarluaskannya. Radio siaran mempunyai sifat yang cukup luas menjangkau daerah manapun. Hal ini tercantum dalam dalam salah satu karakter radio sebagai coverage area luas. Teknologi yang digunakan sangat memungkinkan mengatasi hambatan geografis, cuaca maupun waktu. Apalagi dengan perkembangan teknologi satelit yang semakin membuat penyebaran siaran radio menjadi lebih mudah sehingga hal ini bisa memungkinkan terjadinya mass distributor yaitu siaran radio dapat dinikmati oleh banyak pendengar bersama dan serentak, dan hal ini tidak mungkin dilakukan oleh media cetak.
Radio mempunyai unsur daya tarik tersendiri karena ada tiga hal yang menyebabkannya demikian, antara lain : a.kata-kata lisan (spoken words); b.musik (music); c.efek suara (sound effect) . Dari ketiga hal tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kata-kata lisan dapat membangun efek theatre of mind. Radio hanya menampilkan suara, sehingga bisa menumbuhkan akibat lain bagi pendengarnya, yaitu imajinasi. Imajinasi yang biasanya muncul di benak pendengar adalah permainan sound effect yang bisa menciptakan suasana visual pendengarnya. Selain itu pengaturan musik pada siaran radio diharapkan dapat lebih memikat pendengarnya mengingat radio adalah media selintas dengar maka penyampaian informasinya harus banyak menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siapapun yang mendengarnya.
Tentunya tidak salah lagi jika kita memanfaatkan media radio ini dalam dunia pendidikan. Dengan adanya radio tentunya pembelajaran akan lebih menyenangkan. Anak-anak dapat menikmati kembali cerita atau dongeng melalui radio yang dengan karakteristiknya hanya “suara” akan mampu membangkitkan daya imajinasi anak itu sendiri. Selain itu, radio masih dipandang oleh para pemilik opini sebagai saluran yang mempunyai pendengar efektif (Redi Panuju, Nalar Jurnalistik: Dasarnya Dasar Jurnalistik, Bayumedia Publising, 2005).
Setelah adanya radio sebagai media pendidikan, maka sebaiknya perlu adanya pengelolaan yang baik agar nantinya dapat tetap berjalan pada jalurnya. Keberhasilan dalam mutu Siaran Radio Pendidikan antara lain ditentukan kualitas manajemen. Karenanya program ini akan semakin efektif apabila dikelola secara ahli. Berbagai produk teknologi komunikasi/ informasi, termasuk di dalamnya media radio, memiliki ciri khas, yaitu menjanjikan kecepatan, ketepatan, kepraktisan dan kualitas dalam mencari, mengumpulkan menyeleksi, mengolah dan menyajikan informasi. Sesuai dengan ciri khas media radio sebagai salah satu produk teknologi elektronika maka menjadi keharusan bahwa manajemen yang diterapkan dalam penyelenggaraan siaran harus manajemen yang dinamis.
Dari paparan diatas sedemikian penting media radio dan strateginya sebagai media pembelajaran, maka saya akan mengembangkan stasuin radio SWAPENDIK yang khusus dan fokus pada bidang pendidikan.

B.     Visi dan Misi
Visi RADIO SWAPENDIK adalah: “Menjadi radio siaran pendidikan yang menebar inspirasi, inovasi, meningkatkan wawasan dan pengetahuan”.

Misi RADIO SWAPENDIK adalah:
·         Sebagai wadah inspirasi dan aspirasi masyarakat untuk mencerdaskan dan menghibur.
·         Menyebarluaskan pengetahuan yang ada dalam dunia pendidikan
·         Menyebarkan informasi pendidikan yang kreatif dan inovatif

C.    Tujuan
Tujuan Umum:
Untuk menunjang pembangunan pendidikan
Tujuan Khusus:
·         Meningkatkan mutu dan kualitas pembelajar
·         Memperkaya sumber belajar
·         Memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas untuk pendidikan
·         Membantu terciptanya prinsip belajar seumur hidup dan masyarakat gemar belajar
·         Menunjang program penuntasan wajib belajar

D.    Perencanaan
Rencana Sekali Pakai
1.      Menentukan lokasi pembangunan stasiun radio.
2.      Menentukan anggaran untuk pembangunan stasiun radio.
3.      Membangun stasiun radio.
Rencana Tetap
1.      Menentukan program acara yang akan disiarkan.
2.      Menentukan jam tanyang masing-masing program.
3.      Menentukan kategori program siaran radio.
4.      Menentukan anggaran untuk acara khusus.
-          Lokasi
Stasiun radio “SWAPENDIK” terletak di daerah keramaian kota Malang, hal ini dilakukan agar masyarakat sekitar bisa melakukan akses dengan muda pada stasiun radio khususnya para pelajar di kota Malang.
-          Audiens
Sasaran pendengar radio “SWAPENDIK” adalah segalah usia, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa, orang tua, guru, dan orang dewasa. Dalam stasiun radio SWAPENDIK di khususkan untuk para pelajar saja.
-          Jangkauan Siaran
Diperkirakan siaran radio SWAPENDIK 93,3 FM bisa menjangkau radius 10km dengan estimasi daerah meliputi kota Malang, dan kabupaten sekitar Malang.

E.     Anggaran
Estimasi kebutuhan untuk mewujudkan pendirian RADIO SWAPENDIK 93,3 FM adalah sebagai berikut:
NO
URAIAN
SATUAN
HARGA
JUMLAH
A.
PERALATAN
1.
Menara Tower
1
Set
13.000.000
  13.000.000
2.
Antena
1
Set
3.000.000
    3.000.000
3.
Pemancar
1
Set
12.000.000
  12.000.000
4.
Mixer Audio
1
Set
5.000.000
    5.000.000
5.
Limiter Audio
1
set
1.700.000
    1.700.000
6.
Headset
5
Buah
200.000
    1.000.000
7.
Microphone
5
Buah
500.000
  25.000.000
8.
Stand Mic
5
Buah
300.000
  15.000.000
9.
Komputer
3
Unit
4.000.0000
  12.000.000
10.
Software Windows7
1
Set
1.800.000
    1.800.000
11.
Software Adobe Audition
1
Set
2.000.0000
    2.000.000
12.
Telephone Hybrid
1
Buah
1.500.000
    1.500.000
13.
UPS
1
Unit
5.000.000
    5.000.000
14.
Genset
1
Unit
12.000.000
  12.000.000
15.
Cmpact Disk Player
2
Buah
350.000
       700.000
16.
Tape Deck Player
2
Buah
300.000
       600.000

Jumlah Sub A
110.800.000






B.
SARANA PENDUKUNG




1.
Meeting Ruangan Studio 5x7m
1
Unit
12.000.000
  12.000.000
2.
Ruang produksi
1
Unit
15.000.000
  15.000.000
3.
Ruang operator
1
Unit
15.000.000
  15.000.000
4.
Ruang siaran
1
Unit
15.000.000
  15.000.000
5.
Mebeleier
1
Set
3.000.000
    3.000.000
6.
AC
2
unit
3.000.000
    6.000.000
7.
Instalasi Listrik
Lumpsum
1.500.000
    1.500.000
8.
Sambungan internet
Lumpsum
1.000.000
    1.000.000

Jumlah Sub B
  68.500.000






C.
PENGURUSAN PERIJINAN





Lumpsum



25.000.000







TOTAL



204.300.000

                                                       Dua ratus empat juta tiga ratus rupiah

Jumlah dana sebagaimana tersebut diatas adalah untuk pendirian RADIO SWAPENDIK 93,3 FM. Sedangkan biaya operasional dalam setiap bulan adalah sebagai berikut:
NO
URAIAN
SATUAN
HARGA
JUMLAH
1.
Gaji Karyawan
10
Org
1.500.000
  15.000.000
2.
Biaya Listrik
Lumpsum
1.500.000
    1.500.000
3.
Biaya Internet
Lumpsum
1.000.000
    1.000.000
4.
Perawatan
Lumpsum
800.000
      800.000
5.
Kerumahtanggaan
Lumpsum
800.000
      800.000
6.
HR Narasumber
15
Kali
300.000
   4.500.000
7.
HR Operator
3
Org
500.000
   1.500.000

Jumlah
 25.100.000

                                                  Duapuluh lima juta seratus ribu rupiah








F.     Struktur Organisasi
 









Uraiana rincian kerja adalah sebagai berikut:
a.       STATION MANAGER
Tugas dan tanggung jawab Station Manager:
·         Memimpin operasional RADIO SWAPENDIK.
·         Menyusun dan merencanakan program yang sesuai dengan visi dan misi RADIO SWAPENDIK.
·         Membangun hubungan dengan berbagai pihak untuk kemajuan RADIO SWAPENDIK.
b.      DIVISI PROGRAM DAN PENYIARAN
Tugas dan tanggung jawab Divisi Program:
·         Menyusun program siaran yang sesuai dengan visi dan misi RADIO SWAPENDIK.
·         Menyusun jadwal siaran dan mencari Nara Sumber untuk kebutuhan program siaran.
·         Melakukan monitoring dan evaluasi program siaran.
·         Divisi Program dan Penyiaran bertanggung jawab kepada Stasion Manager
c.       DIVISI TEKNIK DAN IT
Tugas dan tanggung jawab Divisi Teknik dan IT:
·         Bertanggung jawab penuh terhadap persoalan teknis perangkat radio dan pengembangan jaringan ITnya.
·         Menyusun daftar inventaris peralatan studio, pemancar, dan kelistrikan.
·         Melakukan pemeliharaan terhadap peralatan studio, pemancar, dan kelistrikan.
·         Melakukan pengawasan terhadap peralatan studio, pemancar, dan kelistrikan.
·         Memberikan informasi kepada Station Manager tentang kekurangan peralatan studio, pemancar, dan kelistrikan.
·         Divisi Teknik dan IT bertanggung jawab kepada Station Manager.
d.      DIVISI UMUM DAN USAHA
Tugas dan tanggung jawab Divisi Umun dan Usaha:
·         Menyusun program kerumahtanggaan, keuangan, SDM dan usaha.
·         Melakukan evaluasi seluruh program yang ditangani.
·         Bekerjasama dengan Divisi Pemasaran dalam penggalian dana.
·         Divisi Program Penyiaran bertanggung jawab kepada Station Manager
e.       DIVISI PEMASARAN
Tugas dan tanggung jawab Divisi Pemasaran:
·         Menyusun program kehumasan.
·         Bekerjasama dengan Divisi Umum dan Usaha melakukan usaha pemasaran dalam rangka penggalian dana.
·         Melakukan evaluasi seluruh program yang ditangani.
·         Divisi Pemasaran bertanggung jawab kepada Station Manager.

G.    Program Acara
1.      FORMASI (Forum Informasi dan Edukasi )
Untuk memunculkan karakteristik dan mempermudah pendengar mengenali radio SWAPENDIK dibutuhkan satu program acara umum (general program) yang sifatnya mewadahi semua bagian-bagian acara yang lain. General Program yang diusung SWAPENDIK adalah FORMASI (Forum Informasi dan Edukasi), yang merupakan kependekan dari Forum Informasi dan Edukasi. Dalam arti kata secara umum Formasi adalah bentuk atau tatanan dari suatu kerja atau strategi. Sedangkan Forum Informasi dan Edukasi adalah sebuah tempat (Forum) untuk menggali dan menyajikan Informasi dan hal-hal yang bisa mejadi pembelajaran (edukasi) bagi pendengarnya. Diharapkan FORMASI PENDIDIKAN ini menjadi semacam ID Caller SWAPENDIK kepada khalayak pendengarnya.
2.      Siaran materi Pendidikan Formal
-          TK, siaranya: pengetahuan, Moral
-          SD, siarannya : bahasa inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, SAINS, IPS dan PKN
-          SMP, siarannya: matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Ekonomi, Penjaskes, Geografi, Fisika, Bilogi dan seni
-          SMA, siarannya: biologi, kimia, fisika, bahasa Indonesia, Bahasa Inggris.
3.      Siaran materi Pendidikan Non Formal
Siara non formal yaitu untuk paket B, paket C dan keterampilan atau kursus.
4.      Siaran materi Pendidikan informal
Siaran informal berupa pentas dongeng, Lensa Siswa (Lensis), ungkapan Budaya, dokumentasi dan lain-lain
5.      Informasi Pendidikan
Siaran yang berupa Straigh News, feature dan lain-lain
6.      Insert
Untuk menambah dinamika di lingkup radio Suara Pendidikan dibutuhkan beragam insertion dan paket-paket acara. Keberadaan insertion dan paket acara ini dihadirkan dengan durasi waktu dibawah 60 menit, sehingga hanya menjadi potongan-potongan yang dihadirkan disela-sela acara tertentu. Beberapa Insert yang akan dihadirkan adalah legenda, kamus kita hari ini dan Malang hari ini.
7.      Berita
Berisi tentang laporan suatu kejadian yang terbaru dalam suatu peristiwa, khusunya tentang pendidikan dan kota Malang.
8.      Musik/ Lagu Anak-anak
Dalam acara ini di isi dengan lagu anak-anak, dengan tujuan meningkatkan dan mempermudah anak untuk menghafal lagu anak-anak.
9.      Musik request
Untuk memfasilitasi para audiens yang menginginkan request atau permintaan lagu.
10.  Musik 12+
Sebagai musik penghibur

H.    Jadwal Penyiaran Program Acara
No
Nama Program/ Acara
Jam Tayang
Kategori Audiens
1.
FORMASI (Forum Informasi dan Edukasi)
06.00-08.00
Semua Usia
2.
Siaran Materi Pendidikan Formal
08.00-11.00
Semua Usia
3.
Siaran materi Pendidikan Non Formal
11.00-13.00
Semua Usia
4.
Siaran materi Pendidikan informal
13.00-15.00
Semua Usia
5.
Musik/ Lagu Anak-anak
15.00-17.30
Anak-anak
6.
Berita
17.30-18.30
Semua Usia
7.
Informasi Pendidikan
18.30-19.30
Semua Usia
8.
Insert
19.30-20.30
Semua Usia
9.
Musik request
20.30-22.00
Semua Usia
10.
Musik 12+
22.00-24.00
Remaja dan Dewasa