Senin, 05 September 2011

Apakah Sekolah di Indonesia Memiliki Peranan dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Apakah Sekolah di Indonesia Memiliki Peranan

dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Indonesia merdeka pada tahun 1945. Pada saat itu rata-rata masyarakat buta huruf. Sebelum merdeka Indonesia dijajah oleh Belanda kurang lebih selama 350 tahun dan dijajah Jepang 3,5 tahun. Belanda memang mengkondondisikan masyarakat Indonesia supaya buta huruf sehingga terisolasi dengan dunia luar. Semakin bodoh suatu tatanan masyarakat semakin mudah untuk dijajah. Jepang tanpa sadar melakukan “blunder” pada saat menjajah Indonesia.

Karena Jepang kekurangan tentara maka pemuda Indonesia banyak direkrut untuk dijadikan tentara oleh Jepang. Pemuda Indonesia dan petani disenjatai, tanpa sadar Jepang mendidik pemuda dan petani Indonesia untuk mengangkat senjata si medan perang. Tanpa sadar Jepang sudah mendidik pemuda dan petani Indonesia untuk menjadi tentara. Memang pada saat itu berkecamuk perang dunia II, sehingga pendidikan yang diajarkan tentunya pendidikan militer ala Jepang.

Sejarah membuktikan bahwa sebelum datang penjajah masyarakat Indonesia terdiri dari kerajaan-kerajaan. Mulai dari kerajaan Hindu-Buddha dan diteruskan oleh kerajaan-keraan Islam. Kerajaan-kerajaan ini sangat mudah diadu domba (politik Belanda devide et impera memecah belah dan menjajah). Politik Belanda devide et impera terbukti sangat berhasil karena masyarakat Indonesia sangat bodoh, buta huruf, pemikirannya dangkal percaya pada tahayul dan mitos sehingga mudah diadu domba oleh Penjajah. Belanda pun ingin menjajah Indonesia selamanya maka pada saat itu pendidikan sangat dilarang, sekolah dasar memang ada tetapi hanya untuk kalangan tertentu.

Indonesia secara geografis sangat kaya dari potensi sumber daya alam pada saat itu mulai dari perkebunan kopi hingga kelapa sawit, pertambangan dan kelautan semuanya mendukung.

Tetapi titik lemah yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia adalah kerajaan kecil-kecil dengan masyarakat agraris yang bodoh dan rata-rata buta huruf. Sangat mudah bagi penjajah memainkan peraturan dan harga. Belanda menjadi Strata-1, warga asing (misalnya China dan Arab) menjadi Strata-2, dan penduduk asli pribumi menjadi Strata-3 dalam kelas sosial.

Jadi dapat disimpulkan jika suatu masyarakat itu tidak mengenyam pendidikan dengan layak maka masyarakat tersebut akan tetap bodoh untuk selamanya. Kenyataan pahit itu yang dialami oleh masyarakat Indonesia selama terjadi penjajahan oleh Belanda dan Jepang.

Kemerdekaan diproklamasikan pertama kali pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. Ir. Soekarno adalah putra bangsa Indonesia yang bersekolah dan melanjutkan kuliah hingga selesai di negeri Belanda. Setelah selesai kuliah maka Ir. Soekarno pulang ke Indonesia bersama teman-teman seperjuangan di negeri Belanda dulu bermusyawarah untu mendirikan Negara Kesatuan Indonesia. Dengan bekal ilmu yang diperoleh di bangku kuliah di negara Belanda maka Ir. Soekarno bisa berfikir logis dan satu-satunya manusia Indonesia yang berani mendirikan negara Indonesia. Kenyataan sejarah ini membuktikan bahwa lahirnya Negara Indonesia berasal dari pemikiran cerdas yang berasal dari bangku sekolah, jadi dapat diketahui bahwa sekolah memang terbukti dapat mencerdaskan bangsa.

Berangkat dari kisah sejarah di atas terbukti bahwa Sekolah di Indonesia Memiliki Peranan dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Sekolah berarti membentuk pola pikir yang logis dan rasional. Kita tentunya dapat ber andai–andai, jika Pak Soekarno tidak pernah sekolah dan tidak melanjutkan kuliah di Negeri Belanda maka mungkin negara Indonesia tidak akan terbentuk hingga sekarang. Dengan pola pikir yang cerdas maka negara Indonesia terbentuk. Mungkin pada saat itu yang memiliki gelar Insinyur bisa dihitung dengan jari dari sabang hingga merauke.

Orde lama dimulai dari Indonesia merdeka yang dipimpin oleh Presiden Ir. Soekarno. Pada waktu itu Soekarno bisa dikatakan satu-satunya Insinyur yang ada di Indonesia. Saat itu sekolah sudah ada tetapi sangat sedikit peminatnya karena belum mengerti apa itu sekolah dan untuk apa pergi ke sekolah. Pada umumnya masyarakat Indonesia belum mengerti apa manfaat dan keuntungan “sekolah”. Sekolah rakyat banyak didirikan, dengan tujuan masyarakat Indonesia bisa membaca dan menulis. Karena lebih dari 85% penduduk Indonesia buta huruf.

Orde lama ini iklim untuk mengembangkan dunia pendidikan (sekolah) belum kondusif karena, sisa-sisa peperangan masih ada. Banyak pemberontakan, rakyat hidup di garis kemiskinan, kelaparan, banyak terjadi wabah penyakit, maklum negara masih berdiri dan sangat banyak PR yang harus dihadapi oleh para pejabat di negeri ini. Jadi dapat diketahui bahwa saat orde lama pendidikan belum menjadi prioritas dan iklim politik belum kondusif untuk mengembangkan dunia pendidikan. Negara Indonesia masih sibuk mengatasi pemberontakan dan ketahanan pangan karena masih banyak rakyat yang belum bisa makan nasi.

Orde Baru suasana Indonesia sudah sangat berubah kesadaran akan sekolah sudah sangat tinggi. Orde baru banyak bermunculan sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Kesadaran sekolah sangat tinggi bahkan sudah mulai terjadi kerja sama antar negara dalam bidang pendidikan. Contoh nyata kerja sama pendidikan Indonesia Amerika tukar menukar maha siswa, kerja sama pendidikan Indonesia Australia, kerja sama dengan New Zealand dan lainnya.

Iklim Orde baru sangat mendukung dunia pendidikan. Kesejahteraan sosial mulai meningkat sehingga masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya pendidikan untuk anak dan generasi muda pada umumnya. Bahkan di masa orde baru sudah banyak berdiri Balai Latihan Kerja (BLK) yang merupakan “simbiosis mutualisma” antara dunia pendidikan dan dunia kerja, Kursus-Kursus mulai berdiri, mulai dari kursus bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, dan lainnya.

Keberadaan lembaga kursus memang sangat mendukung dunia pendidikan, saling menunjang dan saling melengkapi. Otomatisasi dunia pendidikan sudah terbentuk, komputer sudah banyak beredar untuk sarana dan prasarana pendidikan. Pada masa orde baru sudah terbentuk dunia tanpa kertas, karena elektronik memainkan peranan yang tinggi di dunia pendidikan. Kemajuan pesat pendidikan memang di orde baru ini, terbentuknya istilah “long life education” (pendidikan seumur hidup).

Buta huruf sudah banyak berkurang, bagi kaum manula ada istilah pendidikan di luar sekolah Kejar Paket A atau setingkat SD, Kejar Paket B atau setingkat SMP dan seterusnya. Pada masa orde baru ini generasi muda mengenyam pendidikan formal dan kaum manula juga mengenyam pendidikan meskipun hanya pendidikan luar sekolah, yang penting bagi manula tidak buta huruf lagi.

Orde Reformasi suasana Indonesia sudah sagat berbeda sekali. Banyak sekali orang pintar dan cerdas di negeri ini. Presiden sering berganti-ganti, otomatis pejabat negara juga sering berganti. Perkembangan dunia pendidikan sudah sangat nyata. Terbukti sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi berdiri dengan megah. Para orang tua berbondong-bondong menyekolahkan anaknya di sekolah yang dipandang “bonafide”.

Kualitas bangsa Indonesia ditinjau dari pendidikannya sudah meningkat tajam dibanding sebelumnya. Perkembangan dunia pendidikan lebih pesat lagi pada masa orde reformasi terbukti dengan berdirinya sekolah bertaraf internasional. Banyak guru /tenaga pengajar luar negeri yang masuk Indonesia, begitu pula banyak guru dalam negeri yang mengajar di luar negeri, contohnya Universitas Melbourne Australia membutuhkan tenaga pengajar Bahasa Indonesia untuk memahami budaya Indonesia. Globalisasi dunia sudah masuk Indonesia dan pengaruh globalisasi ini tidak dapat dibendung lagi.

Sekolah-sekolah yang bertaraf internasional mulai memasang biaya pendidikan yang sangat tinggi dengan menawarkan kualitas pendidikan bertaraf internasional. Ironisnya masyarakat ekonomi atas sangat berminat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang bertaraf internasional, karena menyadari bahwa pengaruh globalisasi dunia sudah tidak dapat dibendung lagi sehingga timbul kesadaran bahwa untuk menjawab tantangan masa depan hanya dengan sekolah yang bertaraf internasional.

Orde kabinet bersatu tinggal melanjutkan, sekolah sudah bertaraf internasional dengan biaya yang sangat mahal. Dunia pendidikan di Indonesia sudah sangat maju. Sudah bertaraf internasional dan sudah bersifat global. Dunia pendidikan Indonesia sudah tidak bisa dipandang sebelah mata karena memang terbukti sekolah bertaraf internasional berdiri di Indonesia.

Orde Kabinet bersatu ini tinggal melanjutkan orde reformasi. Dunia pendidikan sudah sangat megah dan berdiri di mana-mana. Peran serta pemerintah dan pengusaha sangat mendukung dunia pendidikan dan diharapkan terjadi link and match (ada hubungan dan ada pasangan) antara dunia dunia pendidikan dengan dunia kerja.

Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia dapat diketahui mulai dari sebelum Indonesia merdeka hingga Indonesia merdeka ± 63 tahun. Sangat berbeda sekali dan sangat menggembirakan. Masyarakat dapat disadarkan akan pentingnya pendidikan untuk masa depan putra putrinya. Buta huruf mulai dari orde lama hingga orde baru dan berlanjut hingga orde reformasi dan selanjutnya, tahap demi tahap dapat dikurangi dan mendekati titik nol.

Pada saat ini sudah sangat sulit ditemukan buta huruf meskipun ada sisi negatif dari dunia pendidikan yang belum bisa terjawab. Terbukti bahwa masih ada anak putus sekolah karena tidak mampu dari sisi biaya pendidikan. Memang dengan pesatnya perkembangan dunia pendidikan ada sisi negatif bagai masyarakat lapisan bawah karena memang terbukti biaya pendidikan di Indonesia terbilang sangat mahal. Dan tidak semua masyarakat khususnya kelas bawah tidak mampu menyekolahkan putra putrinya hingga ke perguruan tinggi.

Memang perkembangan Pendidikan di Indonesia saat ini sangat menggembirakan jika dibandingkan pada saat Indonesia masih baru merdeka pada tahun1945. Sangat nyata sekali banyaknya sekolah yang sudah didirikan mulai dari pelosok-pelosok desa hingga kota-kota besar. Bahkan di desa-desa sekarang sangat banyak ditemui PAUD (Panduan Anak Usia Dini) yang merupakan pendidikan pra sekolah dengan tujuan untuk mempersiapkan si anak dalam menghadapi usia sekolah nantinya. Berarti kesadaran masyarakat akan pentingnya dunia pendidikan bagi putra putrinya sudah sangat tinggi. Semakin tinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya dunia pendidikan berarti semakin tinggi pula kecerdasan yang dimiliki oleh masyarakat tersebut.

Ukuran terkecil suatu negara adalah keluarga. Jika suatu keluarga sudah memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya dunia pendidikan dan seterusnya ditiru oleh keluarga lainnya lama kelamaan akan membentuk suatu masyarakat yang sadar akan pendidikan. Dengan kesadaran yang tinggi akan dunia pendidikan maka masyarakat akan semakin cerdas dan terjauh dari kebodohan.

Peran sekolah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sangat nyata di masyarakat. Di atas telah dikupas bahwa semakin hari semakin banyak anak yang bersekolah, buta huruf sudah sangat sulit ditemui. Hal ini berarti bahwa kehidupan bangsa semakin hari semakin cerdas dan menyadari arti penting pendidikan.

Contoh nyata setingkat SMA / SMK pada umumnya melakukan PKL (Praktek Kerja Lapangan), baik secara langsung maupun tidak langsung langsung bersentuhan dengan masyarakat. Siswa-siswa SMA sudah diajari untuk bersosialisasi langsung dengan masyarakat, sehingga terjadi transfer ilmu pengetahuan dari bangku sekolah dengan masyarakat.

Bagi Mahasiswa pendidikan langsung ke masyarakat berupa mata kuliah KKN (Kuliah Kerja Nyata). Maha siswa langsung turun ke desa-desa mendidik masyarakat.

Masyarakat yang menyadari akan pentingnya pendidikan berarti masyarakat yang sudah maju pola pikirnya. Sangat mudah untuk diajar berfikir bagaimana menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semua kemajuan ini diperoleh dari peran serta sekolah dan memang terbukti dapat mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Bersekolah berati belajar membaca dan menulis. Jika seseorang bisa membaca dan menulis berarti bisa berhubungan dengan dunia luar. Memiliki sudut pandang yang luas dan dapat mengalisa suatu masalah yang timbul. Kecerdasan setiap individu di Indonesia memang sangat dibutuhkan untuk membangun dan memajukan Indonesia. Kecerdasan inilah yang akan membawa masyarakat Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera.

Dapat disimpulkan dari uraian di atas bahwa memang terbukti sekolah di Indonesia memiliki peranan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdirinya negara Indonesia pun berasal dari dunia pendidikan. Awalnya Pak Soekarno melanjutkan kuliah di negeri Belanda dan punya kemampuan yang lebih di atas rata-rata kemampuan masyarakat Indonesia pada saat itu sehingga mampu mendirikan negara Indonesia.

Seiring dengan berjalannya waktu dari Orde Lama hingga Orde Kabinet Bersatu dapat diketahui bahwa semakin banyak sekolah berdiri berarti semakin cerdas kehidupan bangsa Indonesia.

Jika dibandingkan dengan negara-negara maju memang dunia pendidikan di Indonesia masih butuh pembenahan yang lebih baik. Sisi negatif yang timbul dengan banyaknya dunia pendidikan memang belum diimbangi dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang memadahi sehingga terbukti di Indonesia masih banyak pengangguran setelah selesai sekolah.

Sisi negatif lain yang timbul dan perlu pembenahan adalah biaya pendidikan yang tinggi dan tidak diimbangi dengan pendapatan masyarakat yang tinggi pula, sehingga masyarakat ekonomi lemah sering dihadapkan pada dilema antara keinginan untuk menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi dan biaya pendidikan yang harus dikeluarkan setiap bulannya.

Terbukti pula masih ada remaja putus sekolah karena tidak bisa membayar iuran yang ditetapkan oleh sekolah. Hal ini juga merupakan teka-teki yang masih perlu pemikiran lebih dalam lagi.

Terbukti pula kurang “link and match” antara dunia pendidikan dan dunia kerja karena memang sering ditemui antara ijasah yang dipunyai dengan dunia kerja tidak sesuai.

Memang pemerintah banyak mengucurkan bantuan untuk dunia pendidikan mulai dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Bea Siswa untuk siswa yang berprestasi tetapi kenyataan di lapangan memang masih ada anak-anak yang putus sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar